Terpaksa Menjadi Tulang Punggung Keluarga Itu Berat

Terpaksa Menjadi Tulang Punggung Keluarga Itu Berat

Dalam jangka panjang, BukuWarung akan menghadirkan lebih banyak layanan keuangan yang fokus pada kebutuhan UMKM, seperti pinjaman, tabungan, asuransi, dan lain-lain. Hal ini merupakan bagian dari tujuan besar perusahaan untuk mengembangkan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan UMKM dan membantu mereka untuk beralih ke bisnis on-line, terutama paska COVID-19. Menurut Co-Founder & CEO BukuWarung, Abhinay Peddisetty, BukuWarung telah menjadi pemimpin pasar dalam pembayaran digital bagi UMKM yang terus tumbuh secara berkelanjutan dan efisien dari segi biaya. Investasi ini selanjutnya akan membantu kami untuk membangun sistem operasi bagi UMKM, menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang positif di seluruh Indonesia yang kini sedang bangkit dari pandemi COVID-19. Namun faktanya, kyuuryou setiap bulan yang diterima bisa kita habiskan dengan cepat.

Support berupa kata-kata, “Kamu pasti bisa, kamu kuat, semua akan segera membaik” cukup ampuh untuk menenangkan pikiran dan membuat rileks. Hal ini jauh lebih baik dibanding sekedar “menghakimi” dan menyalahkan si istri karena terus mempertahankan perkawinannya. Menjadi tulang punggung memang tidak menyenangkan, ada saja hal-hal yang menguji hati dan pikiran. Perjuanganmu untuk membahagiakan orang lain tidak selalu mudah dan indah. Tetapi niat mulia akan terus membuatmu bertahan untuk terus kuat dan tegar. Sesekali kamu harus menerima kenyataan bahwa keluarga sendiri tidak mampu menolongmu dalam kesulitan.

semoga bulan penuh berkah ini ini pintu hati kita terkutuk untuk berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan iuran tangan kita (FUl/MS). Sehari-hari, Ibu Omah berjualan nasi bakar, jajanan pasar, gorengan, dan kerupuk rujak. Pembeli mulai sepi, dan saat ini warungnya kosong karena stok dagangannya mulai kosong. Akhirnya, Ibu Omah hanya bisa menerima pesanan dari tetangganya, untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Intinya, menjadi tulang punggung keluarga inti sekaligus keluarga besar bukanlah hal yang aneh dalam sistem kekerabatan masyarakat Timur. Tidak membantu sama sekali juga tidak mungkin karena relasi-relasi sosial orang Timur mencerminkan gotong royong.

Menjadi tulang punggung bagi keluarga

Setelah itu, prioritaskan keluarga dan kerabat yang mungkin memiliki utang, atau telah menjadi janda, memiliki anak yatim. Da’i Mualaf Center Baznas melakukan kunjungan ke rumah Thoha, salah satu mualaf dari Suku Da’a Gunung Pinembani yang sekarang bermukim di Desa Padende, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Beralaskan tikar dan dikelilingi dinding kayu khas rumah suku Da’a, kunjungan ke rumah Thoha ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga untuk menjenguk Thoha yang sedang sakit. four tahun yang lalu semenjak ditinggal oleh suaminya, Lia merasa memegang tanggung jawab besar sebagai orang tua tunggal dan harus menghidupi anak-anaknya. Dan ia juga merasa bahwa kehidupannya yang sekarang lebih terasa nyaman dibandingkan kehidupannya yang dulu sewaktu bersama suaminya, yang sering melakukan tindakan KDRT. Tentu saja jika dihitung dari penghasilan perbulan dan pengeluaran untuk keempat anaknya dan dirinya sendiri seringkali tidak cukup, apalagi anaknya yang masih harus mengenyam pendidikan.

Kala itu, ia masih berusia 9 tahun atau duduk di kelas II sekolah dasar. Keuntungan yang didapat digunakan untuk makan, bayar listrik, dan biaya pendidikan sang anak yang bungsu. Suami Yati wafat 12 tahun yang lalu, selama itu pula Yati menjadi tulang punggung keluarga membiayai kehidupan ketiga anaknya.

Reza mengatakan dirinya sempat jadi penjual, pelayan hingga pengajar. “Macam-macam, jualan karpet, apa aja, gua keliling yang bisa mendapatkan uang aku lakukan. Ngajar termasuk salah satunya, gua ngajar Bahasa Inggris untuk kelas 1-2 SD, teman nyokap gue, waitress, gua lakukan apapun,” bebernya. Namanya Retno Deviyani di usianya yang masih muda dia terpaksa harus Tembak Ikan Terpercaya menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi adiknya Nina dan ayahnya yang bernama Daryono yang terbaring sakit sudah setahun karena gangguan saraf. Yusni dibenarkan tokoh masyarakat Gampong Samakurok, mengaku tidak pernah meminta bantuan apapun pada pemerintah setempat, saat ini dia hanya rutin menerima bantuan Program Keluarga Harapan dari desanya.

Bekerja siang malam tanpa henti demi meningkatkan kesejahteraan keluarga. Berupaya untuk selalu tersenyum meski tubuh terasa lelah luar biasa karena berbagai pekerjaan, tidak mudah tapi tetap kita lakukan. Menjadi perempuan yang punya peran penting sebagai tulang punggung keluarga jelas tidak mudah bagi siapa saja.

Comments are closed.